Lihat juga
13.01.2026 09:01 PMPada pasangan AUD/JPY, momentum kenaikan telah dipertahankan untuk hari ketiga berturut-turut, menguat ke level tertinggi baru sejak Juli 2024 di kisaran 106,66–106,71. Dinamika pasar saat ini didukung oleh faktor-faktor fundamental yang menunjukkan bahwa arah harga jangka pendek tetap bullish, meskipun ada risiko koreksi penurunan.
Yen Jepang tetap berada di bawah tekanan di tengah berlajutnya ketidakpastian mengenai waktu kenaikan suku bunga berikutnya oleh Bank of Japan. Tekanan tambahan berasal dari laporan bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi siap untuk mengadakan pemilihan parlemen lebih awal, yang diyakini para analis dapat memperkuat posisi pemerintah dan membuka jalan bagi stimulus fiskal tambahan.
Ekspektasi terhadap langkah-langkah stimulus telah mendorong indeks Nikkei 225 Jepang ke rekor tertinggi lainnya, mengurangi daya tarik yen sebagai aset safe-haven dan dengan demikian mendukung dolar Australia yang sensitif terhadap risiko.
Konflik diplomatik yang semakin dalam antara Tokyo dan Beijing juga membebani yen. Pekan lalu, Tiongkok memberlakukan larangan ekspor beberapa elemen tanah jarang ke Jepang menyusul ketegangan yang diperbarui terkait Taiwan. Keputusan ini telah meningkatkan risiko terhadap rantai pasokan bagi perusahaan industri Jepang dan semakin melemahkan prospek fundamental untuk mata uang nasional tersebut.
Pada saat yang sama, dolar Australia mendapatkan dukungan dari ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan mempertahankan sikap hawkish terhadap inflasi dan terus memperketat kebijakan moneter. Secara keseluruhan, faktor-faktor ini membentuk prospek jangka pendek yang positif secara konsisten untuk pasangan AUD/JPY. Namun, jika yen terus melemah, para pelaku pasar harus tetap waspada terhadap risiko intervensi oleh otoritas Jepang.
Pada hari Selasa, Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menyatakan bahwa dia berbagi kekhawatiran mengenai kelemahan sepihak mata uang nasional. Katayama menyatakan bahwa dia telah membahas masalah ini dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent, menekankan bahwa toleransi terhadap depresiasi yen memiliki batasnya.
Pernyataan ini telah memperkuat ekspektasi akan potensi intervensi oleh otoritas Jepang di pasar valuta asing.
Meskipun demikian, berlanjutnya ekspektasi bahwa Bank of Japan tidak akan meninggalkan jalurnya menuju normalisasi kebijakan moneter dapat menghalangi penjual yen untuk secara agresif meningkatkan posisi jual. Kondisi overbought moderat pada grafik harian pasangan ini menjadi faktor pembatas tambahan. Namun, breakout ke atas level 106,70 dan konsolidasi yang berkelanjutan di atasnya mengonfirmasi kekuatan momentum bullish, yang menunjukkan bahwa koreksi penurunan kemungkinan akan dipandang sebagai peluang untuk membeli.
You have already liked this post today
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.



