empty
 
 
03.03.2026 04:29 AM
Gambaran Umum GBP/USD. Pound Melanjutkan Tren Menurun

This image is no longer relevant

Pasangan mata uang GBP/USD mempertahankan tren menurun pada timeframe 4 jam setelah anjlok pada hari Senin. Kami tidak berpendapat bahwa penguatan mata uang Amerika sudah pasti berlanjut, bahkan prospek kenaikan dolar pada hari Senin pun sebelumnya dipandang dengan skeptis. Sudut pandang ini cukup mudah dijelaskan. Pasar sudah bersiap jika perang baru di Timur Tengah dimulai. Mungkin pasar tidak siap untuk menghadapi rudal Iran yang terbang bukan hanya ke arah Israel atau kapal-kapal militer Amerika di Teluk Persia. Namun, pasar sudah siap untuk sebuah konfrontasi militer baru. Pada akhirnya, hari Senin berpihak pada dolar, dan sekarang mata uang Amerika ini mungkin saja menghentikan kenaikannya kapan saja atau justru melanjutkan penguatan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Geopolitik adalah faktor yang sangat kompleks untuk dianalisis. Sebagaimana ditunjukkan sejarah, konflik geopolitik dapat berlangsung selama bertahun-tahun. Namun, kecil kemungkinan para pelaku pasar akan menimbun dolar selama bertahun-tahun hanya dengan berlandaskan faktor geopolitik. Biasanya, pasar bereaksi terhadap pecahnya perang baru atau terhadap peristiwa penting terkait aksi militer yang akan berdampak pada pasar komoditas, bahan baku, atau energi. Pemblokiran Selat Hormuz oleh Iran adalah peristiwa dengan signifikansi global. Karena itu, dalam praktiknya, dolar mungkin menguat bukan semata-mata karena dimulainya perang antara Iran dan sekutu-sekutu AS (seperti yang kami sebutkan, pelaku pasar sudah bersiap untuk konflik baru di Timur Tengah), tetapi karena pemblokiran Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 25% pengangkutan minyak dunia, dan hal ini sudah memicu lonjakan tajam harga minyak dan gas.

Dolar AS telah menguat selama lebih dari sebulan. Awalnya, penguatan tersebut terjadi sebagai koreksi terhadap penurunan tajam pada bulan Januari. Setelah itu, muncul serangkaian data mengecewakan dari Inggris. Kemudian hanya beberapa laporan AS saja yang muncul dan mampu mendukung dolar, dan pasar menerimanya apa adanya. Sekitar dua minggu lalu, situasi seputar Iran mulai memanas, dan pasar mulai bersiap menghadapi perang baru. Hasilnya, kita menyaksikan penguatan dolar AS yang tidak terduga. Sebulan lalu, tidak ada yang bisa dengan yakin mengatakan bahwa perang berskala penuh akan pecah antara Iran dan sekelompok negara. Tidak ada yang dapat mengetahui apa yang akan ditunjukkan indikator-indikator makroekonomi utama AS dan Inggris pada bulan Februari. Dengan demikian, pergerakan turun pasangan GBP/USD saat ini merupakan hasil dari peristiwa-peristiwa lokal, bukan cerminan tren keseluruhan yang, perlu diingat, masih tetap naik pada semua timeframe yang lebih tinggi.

Kapan dan di mana penurunan saat ini akan berakhir juga mustahil diprediksi. Segalanya sekarang akan bergantung pada perkembangan situasi di Timur Tengah. Semakin intens perang yang diprakarsai oleh "juru damai utama abad ke-21", Trump, maka semakin kuat dolar AS berpotensi menguat, yang pada akhirnya menurunkan permintaan terhadap barang dan bahan baku Amerika di seluruh dunia. Seiring naiknya harga energi, harga hampir semua barang dan jasa kemungkinan juga akan meningkat, yang berisiko mempercepat inflasi secara global. Bank sentral kembali harus menyesuaikan kebijakan moneter mereka dan beradaptasi dengan situasi dunia yang berubah sangat cepat.

This image is no longer relevant

Rata-rata volatilitas pasangan GBP/USD selama 5 hari perdagangan terakhir sebesar 101 pip. Untuk pasangan pound/dolar, nilai ini dianggap "rata-rata". Pada hari Selasa, 3 Maret, kami memperkirakan pasangan ini akan bergerak dalam kisaran yang dibatasi oleh 1,3289 dan 1,3491. Channel atas regresi linear mengarah ke atas, yang menunjukkan pemulihan tren. Indikator CCI sekali lagi memasuki zona oversold, mengindikasikan kemungkinan berakhirnya koreksi.

Level Support Terdekat:

  • S1 – 1,3306
  • S2 – 1,3184
  • S3 – 1,3062

Level Resistance Terdekat:

  • R1 – 1,3428
  • R2 – 1,3550
  • R3 – 1,3672

Rekomendasi Trading:

Pasangan mata uang GBP/USD telah terkoreksi selama satu bulan penuh, tetapi prospek jangka panjangnya tetap tidak berubah. Kebijakan Donald Trump akan terus memberikan tekanan pada perekonomian AS, sehingga kami tidak memperkirakan pertumbuhan mata uang AS pada 2026. Bahkan statusnya sebagai "mata uang cadangan" tidak lagi berperan krusial bagi para trader. Oleh karena itu, posisi beli dengan target 1,3916 dan lebih tinggi tetap relevan selama harga berada di atas moving average. Jika harga berada di bawah garis moving average, posisi jual kecil dapat dipertimbangkan dengan target 1,3306 dan 1,3289 berdasarkan pertimbangan teknikal (korektif). Dalam beberapa minggu terakhir, hampir semua berita dan peristiwa berbalik arah melawan pound Inggris, yang memperpanjang fase koreksi.

Penjelasan untuk Ilustrasi:

  • Channel regresi linear membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya menuju ke arah yang sama, hal ini menunjukkan tren yang kuat.
  • Garis moving average (pengaturan 20,0, diperhalus) menentukan tren jangka pendek dan arah trading.
  • Level Murray adalah level target untuk pergerakan dan koreksi.
  • Level volatilitas (garis merah) menunjukkan kisaran harga yang kemungkinan akan menjadi channel pergerakan pasangan ini untuk hari berikutnya, berdasarkan indikator volatilitas saat ini.
  • Indikator CCI – masuk ke area oversold (di bawah -250) atau area overbought (di atas +250) mengindikasikan bahwa tren akan segera berbalik ke arah yang berlawanan.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.