Lihat juga
27.03.2026 12:18 PMBerkepanjangannya konflik di Timur Tengah menahan penurunan harga minyak mentah, meskipun negara-negara utama penghasil minyak telah melepaskan cadangan strategis mereka. Keragu-raguan presiden AS, ketidakjelasan mengenai langkah yang akan diambil selanjutnya, serta pernyataan-pernyataan palsu yang terus-menerus tentang "kemenangan" dan "kemajuan dalam negosiasi" dengan Teheran sudah tidak lagi menenangkan pelaku pasar. Dalam kondisi seperti ini, dolar membuka peluang yang cukup lebar untuk menguat di pasar Forex.
Dengan demikian, hubungan yang sudah terbentuk di pasar antara dinamika harga minyak dan pergerakan pasar sejak dimulainya perang dapat menjadi dasar yang luas bagi kelanjutan penguatan dolar di pasar Forex. Alasan utama ekspektasi penguatan tersebut adalah kenaikan inflasi di Amerika Serikat yang kini sudah diakui secara luas, yang, seperti disampaikan pekan ini oleh perwakilan Federal Reserve M. Barr, kemungkinan besar akan menjadi alasan untuk mempertahankan tingkat suku bunga saat ini. Ini, paling tidak, merupakan argumen kuat untuk menopang level harga saat ini dengan prospek kenaikan lebih lanjut.
Faktor lain yang dapat mendukung tren penguatan ini adalah kemungkinan eskalasi krisis melalui pengerahan pasukan darat AS. Diperkirakan, hal ini dapat menyebabkan banyak korban jiwa dan memburuknya situasi secara keseluruhan, yang pada akhirnya bisa berujung pada serangan Amerika Serikat atau Israel terhadap Iran dengan menggunakan senjata nuklir taktis. Dalam skenario tersebut, harga minyak hampir pasti akan melonjak, sementara apa yang akan terjadi pada dolar sulit diprediksi karena tidak ada preseden yang sebanding dalam sejarah modern. Serangan AS terhadap Jepang pada tahun 1945 tidak dapat dijadikan analogi.
Pergerakan dolar terhadap mata uang utama lainnya juga akan didukung oleh kelemahan mata uang dalam keranjangnya, yang sebagian besar berasal dari negara-negara Eropa dengan perekonomian yang berada di ambang krisis.
Selain itu, dalam jangka pendek, sebelum terjadi kemungkinan eskalasi krisis lebih lanjut, penguatan dolar akan berlangsung dengan latar belakang persepsinya yang berkelanjutan sebagai mata uang safe haven.
Terakhir, argumen lain, setidaknya untuk saat ini, adalah ekspektasi bahwa Federal Reserve, di tengah peningkatan tekanan inflasi, mungkin akan menaikkan suku bunga pada paruh kedua tahun ini.
Apa yang dapat diharapkan di pasar hari ini?
Diperkirakan harga minyak akan terus naik karena masih adanya kemungkinan operasi darat AS di kawasan Selat Hormuz. Faktor ini akan mendukung dolar.
Prakiraan harian:
#USD
Kontrak U.S. Dollar Index mendapatkan dukungan dan, jika menembus di atas level resistance 100,00 poin, berpotensi menguatkan tren naik dan bergerak menuju level 101,50. Level potensial untuk membuka posisi beli adalah 100,08–100,10.
EUR/USD
Pasangan ini diperdagangkan di atas level 1,1510. Eskalasi krisis dapat kembali meningkatkan permintaan terhadap dolar, dan dalam kondisi tersebut pasangan ini dapat turun ke 1,1415. Level potensial untuk membuka posisi jual adalah 1,1500.
You have already liked this post today
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.

