Lihat juga
Untuk pertama kalinya dalam delapan upaya, Senat AS berhasil mengajukan sebuah resolusi untuk membatasi kewenangan militer presiden terkait Iran. Pemungutan suara berakhir dengan hasil 50 berbanding 47, dengan empat anggota Partai Republik bergabung dengan Partai Demokrat: Susan Collins, Lisa Murkowski, Rand Paul, dan Bill Cassidy.
Resolusi yang digagas oleh Senator Demokrat Tim Kaine ini mewajibkan presiden untuk menarik pasukan bersenjata AS dari permusuhan terhadap Iran kecuali jika Kongres secara eksplisit mengesahkan perang atau mengesahkan otorisasi khusus untuk penggunaan kekuatan militer. Penting dipahami bahwa ini baru langkah awal: resolusi tersebut masih harus lolos pemungutan suara penuh di Senat dan kemudian di Dewan Perwakilan Rakyat, dan sekalipun berhasil, Trump sangat mungkin memvetonya.
Kendati demikian, sinyal politiknya sudah jelas. Kaine secara langsung menyinggung kerusakan ekonomi akibat perang dan tingginya harga bensin yang menghantam masyarakat Amerika menjelang musim liburan. Menurutnya, dukungan publik terhadap perang "menurun dengan cepat," dan pada akhirnya inilah yang bisa mendorong resolusi tersebut lolos di Senat.
Bagi pasar valuta asing, peristiwa ini membawa dua sinyal sekaligus.
Di satu sisi, setiap tanda pembatasan kewenangan militer Trump dan potensi pergerakan menuju negosiasi akan menurunkan risiko geopolitik, yang dapat memberi tekanan pada dolar. Dalam beberapa pekan terakhir, mata uang AS menguat sebagai aset safe-haven di tengah konflik di Timur Tengah. Jika pasar mulai memperhitungkan meredanya eskalasi, tekanan terhadap dolar bisa semakin besar. Di sisi lain, berlanjutnya perang mempertahankan harga minyak di atas $110, mempercepat inflasi, dan mendorong Federal Reserve ke arah kenaikan suku bunga—yang secara tradisional mendukung dolar dan kemungkinan akan terus demikian, sebagaimana semakin sering disebutkan oleh para regulator.
Dengan kata lain, saat ini terdapat dua faktor berlawanan yang menarik mata uang AS ke arah berbeda, dan hasil akhirnya akan ditentukan oleh faktor mana yang terbukti lebih kuat: kemajuan diplomatik atau realitas inflasi.
Untuk gambaran teknikal EUR/USD saat ini, pembeli perlu fokus merebut kembali level 1,1615. Hanya dengan itu target pengujian 1,1635 menjadi terbuka. Dari sana, kenaikan ke 1,1660 dimungkinkan, namun melakukannya tanpa dukungan pelaku besar akan cukup menantang. Target terjauh adalah puncak di 1,1690. Jika terjadi penurunan, diperkirakan pembeli besar akan mulai bertindak di sekitar 1,1590. Jika tidak ada, lebih bijaksana menunggu pembaruan level rendah di 1,1570 atau membuka posisi long dari 1,1550.
Untuk gambaran teknikal GBP/USD saat ini, pembeli pound perlu merebut kembali resistance terdekat di 1,3415. Hanya dengan itu target 1,3445 menjadi terbuka, dan menembus ke atasnya akan cukup sulit. Target terjauh adalah area 1,3475. Jika pasangan ini turun, kubu bearish akan berupaya mengambil alih kendali di 1,3380. Jika berhasil, penembusan kisaran ini akan menjadi pukulan serius bagi posisi bullish dan mendorong GBP/USD turun ke level rendah 1,3340, dengan prospek berlanjut hingga 1,3300.