Lihat juga
Uji harga di 159,12 terjadi ketika indikator MACD baru saja mulai bergerak naik dari garis nol, yang mengonfirmasi titik entri yang tepat untuk membeli dolar. Akibatnya, pasangan ini naik 20 pip.
Meskipun dolar tampak melemah kemarin, situasi pasar pada pasangan USD/JPY tetap tegang. Tidak adanya kemajuan dalam program nuklir Iran menimbulkan ketidakpastian lebih lanjut, yang pada gilirannya memperkuat fluktuasi pada pasangan ini. Para trader kini memantau setiap tahapan negosiasi dengan cermat, menyadari bahwa bahkan perubahan kecil dalam pernyataan dapat memicu pergerakan signifikan pada nilai tukar mata uang dan harga komoditas. Jika tercapai kesepakatan, tekanan pada USD/JPY akan meningkat tajam. Tekanan juga akan meningkat jika bank sentral melakukan intervensi valuta saat pasangan mencapai level 160 yen.
Dalam kondisi saat ini, saya menyarankan untuk tetap berhati-hati dan menghindari keputusan yang tergesa-gesa. Pasar berada dalam fase antisipasi, dan klarifikasi atau, sebaliknya, eskalasi terkait situasi Iran dapat secara dramatis mengubah arah pergerakan harga.
Untuk strategi intraday, saya akan lebih fokus pada pelaksanaan Skenario #1 dan Skenario #2.
Skenario #1: Saya berencana membeli USD/JPY hari ini pada titik entri sekitar 159,19 (garis hijau pada grafik), dengan target naik ke 159,52 (garis hijau tebal pada grafik). Di sekitar 159,52 saya akan menutup posisi long dan membuka posisi short ke arah berlawanan (mengantisipasi pergerakan 30–35 pip ke arah berlawanan dari level tersebut). Sebaiknya melanjutkan pembelian pasangan pada saat koreksi dan penurunan signifikan USD/JPY. Penting: sebelum membeli, pastikan indikator MACD berada di atas garis nol dan baru mulai naik.
Skenario #2: Saya juga akan membeli USD/JPY hari ini jika terjadi dua kali uji berturut-turut pada level 159,00 sementara indikator MACD berada di zona oversold. Ini akan membatasi potensi penurunan pasangan dan memicu pembalikan ke atas. Dapat diharapkan kenaikan menuju level 159,19 dan 159,52.
Skenario #1: Saya berencana menjual USD/JPY hari ini hanya setelah level 159,00 diperbarui (garis merah pada grafik), yang akan memicu penurunan cepat pada pasangan. Target utama bagi penjual adalah level 158,56, di mana saya akan menutup posisi short dan segera membuka posisi long ke arah berlawanan (mengantisipasi rebound 20–25 pip dari level tersebut). Penjual dapat kembali kapan saja; cukup dengan isyarat dari bank sentral. Penting: sebelum menjual, pastikan indikator MACD berada di bawah garis nol dan baru mulai turun.
Skenario #2: Saya juga akan menjual USD/JPY hari ini jika terjadi dua kali uji berturut-turut pada level 159,19 sementara indikator MACD berada di zona overbought. Ini akan membatasi potensi kenaikan pasangan dan memicu pembalikan turun. Dapat diharapkan penurunan menuju level 159,00 dan 158,56.
Penting: Trader pemula di pasar Forex perlu sangat berhati-hati saat membuat keputusan entry. Sebaiknya menjauh dari pasar sebelum rilis data fundamental penting untuk menghindari fluktuasi harga yang tajam. Jika memilih trading saat rilis berita, selalu pasang stop order untuk meminimalkan kerugian. Tanpa memasang stop order, Anda dapat dengan cepat kehilangan seluruh deposit—terutama jika tidak menggunakan manajemen modal dan trading dengan volume besar.
Dan ingatlah, untuk trading yang sukses, penting memiliki rencana trading yang jelas seperti yang dijelaskan di atas. Mengambil keputusan trading secara impulsif berdasarkan kondisi pasar saat ini pada dasarnya adalah strategi yang merugikan bagi trader intraday.