empty
 
 
18.06.2026 04:25 PM
Dolar AS menyambut ketua The Fed yang baru

Pecah belah dan kuasai. Kevin Warsh justru memilih strategi sebaliknya: satukan dan kuasai. Pada rapat FOMC pertamanya sebagai ketua, ia tidak terburu-buru menyatakan pandangannya soal suku bunga. Sebaliknya, kepala bank sentral itu lebih memilih untuk menyatukan Komite pada satu tujuan — mengembalikan inflasi ke target 2%. Hasilnya, jika pada rapat The Fed sebelumnya ada empat anggota yang berbeda pandangan, maka pada pertemuan Juni tidak ada satu pun.

Perbedaan pandangan itu tampak pada proyeksi suku bunga fed. Sembilan dari 18 anggota FOMC kini memperkirakan kenaikan pada 2026; hanya satu yang memperkirakan penurunan. Pada Maret, masih ada 12 "doves". Dengan demikian, rapat bulan Juni dapat dengan tepat disebut sebagai sebuah hawkish pivot. Keputusan ini mengguncang pasar keuangan secara mendasar, meski belum ada yang bisa memastikan apakah Kevin Warsh sendiri termasuk kubu "doves" atau "hawks". Tugasnya di pertemuan pertama adalah menyatukan para pengambil kebijakan di The Fed, dan tampaknya ia berhasil.

Dinamika pasar untuk suku bunga fed

This image is no longer relevant

Para pelaku pasar meningkatkan probabilitas pengetatan kebijakan moneter pada 2026 dari 60% menjadi 85%. Hal ini memberi dukungan tambahan bagi dolar AS, melebihi tekanan menurun yang muncul akibat penurunan harga minyak setelah diumumkannya tercapainya kesepakatan terkait konflik di Timur Tengah. Donald Trump membela kesepakatan tersebut karena membantu perekonomian global terhindar dari krisis. Padahal, syarat-syaratnya tidak jauh berbeda dari perjanjian 2015 antara Barack Obama dan Iran; saat itu penghuni Gedung Putih yang sekarang justru pernah menyebutnya sebagai kesepakatan terburuk dalam sejarah AS.

Bagaimanapun, aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz secara bertahap mulai kembali berjalan, dan harga Brent telah turun di bawah $80 per barel. Pertanyaan kunci bagi pasar keuangan saat ini adalah seberapa cepat inflasi AS akan melambat seiring turunnya harga energi. Jika perlambatan itu terjadi secepat yang diharapkan Gedung Putih, peluang kenaikan suku bunga akan cepat menguap dan dolar akan melemah. Sebaliknya, jika proses disinflasi berlangsung sangat lambat, EUR/USD berisiko anjlok jauh lebih rendah.

Dengan demikian, pasar secara bertahap mulai mengalihkan fokus dari geopolitik dan konflik Timur Tengah kembali ke kebijakan moneter The Fed dan bank sentral lainnya. Penekanan The Fed pada upaya memerangi inflasi dan kenaikan suku bunga fed menjadi angin penopang bagi dolar AS — terutama ketika Bank of England dan Bank of Japan masih ragu untuk melanjutkan pengetatan, Reserve Bank of Australia tampaknya telah menyelesaikan siklusnya, dan satu langkah kenaikan lagi dari ECB sudah sepenuhnya tercermin dalam harga euro di pasar keuangan.

This image is no longer relevant

Secara teknikal, pada grafik harian, EUR/USD menembus keluar dari rentang nilai wajar 1,1550–1,1650, yang berujung pada kejatuhan pasangan mata uang utama tersebut. Agar penurunan dapat berlanjut, dibutuhkan breakout tegas di bawah level pivot 1,1455. Sebaliknya, pantulan dari level tersebut yang kemudian diikuti dengan kembalinya euro ke atas level tertinggi bar di 1,1525 akan menjadi sinyal beli.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.