Lihat juga
Hari ini, hanya dollar Kanada yang menghasilkan sinyal transaksi berdasarkan strategi Mean Reversion. Saya tidak melakukan transaksi apa pun menggunakan strategi Momentum.
Sesuai perkiraan, data ekonomi Eropa sekunder berdampak kecil pada euro, dan mata uang tunggal tersebut bergerak tanpa reaksi berarti sepanjang paruh pertama hari ini. Tidak adanya rilis data ekonomi Inggris juga berperan, sehingga pound mampu mencatat kenaikan tipis selama sesi Eropa. Tanpa data baru terkait inflasi, ketenagakerjaan, atau aktivitas bisnis, para pelaku pasar tidak memiliki banyak alasan untuk mengubah posisi mereka, karena indikator-indikator inilah yang biasanya membentuk ekspektasi suku bunga.
Namun, fokus pasar kini beralih ke rangkaian data Amerika Serikat yang jauh lebih penting, termasuk neraca trading, Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) dari Bureau of Labor Statistics, dan pesanan pabrik. Laporan JOLTS sangat penting karena mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja dan menjadi salah satu indikator kunci Federal Reserve ketika menilai seberapa ketat pasar tenaga kerja, sementara pesanan pabrik memberikan gambaran mengenai aktivitas investasi bisnis. Neraca trading mengukur selisih antara nilai ekspor dan impor barang serta jasa. Pelemahan lebih lanjut dapat mengindikasikan menurunnya daya saing produsen AS di pasar global atau menguatnya permintaan konsumen domestik.
Laporan JOLTS dari Bureau of Labor Statistics akan menjadi rilis utama, berfungsi sebagai indikator penting bagi kesehatan pasar tenaga kerja. Jumlah lowongan kerja yang tinggi disertai perputaran tenaga kerja yang rendah menandakan permintaan tenaga kerja yang kuat dan tingkat kepercayaan yang tinggi di kalangan pekerja. Sebaliknya, meningkatnya perputaran tenaga kerja di tengah melambatnya pertumbuhan lowongan kerja dapat menjadi sinyal munculnya tantangan, seperti perlambatan pertumbuhan ekonomi atau potensi kenaikan tingkat pengangguran.
Bagi euro maupun pound, rangkaian data ini merupakan sumber risiko langsung. Data AS yang kuat dapat memperkuat dollar dan menekan EUR/USD dan GBP/USD, sementara hasil yang lebih lemah dari perkiraan akan membebani mata uang AS dan memberi ruang bagi kedua mata uang Eropa tersebut untuk menguat.
Jika data keluar kuat, saya akan mengandalkan strategi Momentum. Jika pasar menunjukkan sedikit atau tidak ada reaksi terhadap rilis tersebut, saya akan tetap menggunakan strategi Mean Reversion.
EUR/USD
GBP/USD
USD/JPY
EUR/USD
GBP/USD
AUD/USD
USD/CAD