Lihat juga
11.02.2026 09:44 AMKetakutan kembali menghantui pasar saham AS setelah data penjualan ritel menggambarkan kondisi suram bagi perekonomian Amerika, dan Altruist mengumumkan sebuah alat AI baru yang mampu membuat strategi pajak personal dengan menafsirkan dokumen keuangan tanpa input manual.
Jika sebelumnya aksi jual menekan saham perusahaan perangkat lunak, kini para investor berupaya keluar dari aset utama yang sebelumnya diuntungkan oleh rotasi portofolio tersebut. Tekanan beralih ke emiten jasa keuangan, mendorong S&P 500 turun kembali. Pihak yang optimistis berusaha menenangkan pasar dengan berargumen bahwa tidak ada hal luar biasa yang terjadi — ini hanyalah alokasi ulang aset di dalam portofolio.
Dinamika volume perdagangan saham AS
Realokasi tersebut telah berubah menjadi rekor volume perdagangan saham. Nilai transaksi harian pada bulan Januari mencapai $1,03 triliun, naik 50% secara tahunan. Sembilan belas miliar saham berpindah tangan setiap hari perdagangan, menandai rekor tertinggi sepanjang sejarah.
UBS Global Wealth Management memperkirakan S&P 500 akan naik ke 7.300 pada bulan Juni dan 7.700 pada bulan Desember seiring pertumbuhan ekonomi yang solid menopang laba korporasi yang kuat. Dalam konteks ini, tidak naiknya penjualan ritel pada bulan Desember — bulan ketika orang Amerika biasanya lebih longgar dalam belanja — menjadi alasan kekhawatiran dan pemicu aksi jual di indeks utama tersebut.
Indikator utama Atlanta Fed merevisi perkiraan PDB AS kuartal IV turun dari 4,2% menjadi 3,7%, dan Capital Economics memperingatkan bahwa cuaca buruk pada bulan Januari kemungkinan akan semakin memperlambat perekonomian. Sebaliknya, Wells Fargo berpendapat bahwa kejutan positif pada laba dan pengembalian pajak dapat membantu mempercepat PDB.
Dinamika S&P 500 ex-Tech dan Nasdaq Composite
Sepertinya para investor masih melihat gelasnya setengah penuh. Rotasi terus berlangsung di pasar saham. Saham-saham teknologi telah berubah menjadi semacam komidi putar terbalik yang ingin segera ditinggalkan para investor, sehingga meningkatkan volatilitas. Sebaliknya, "tempat berlindung" yang tenang di sektor-sektor tradisional justru banyak diminati, dan kinerjanya terkait langsung dengan kesehatan perekonomian AS.
Dalam kondisi seperti ini, tidak mengherankan jika Russell 2000 dan Dow Jones mengungguli S&P 500 dan Nasdaq Composite. Saham-saham pemimpin sebelumnya, termasuk Magnificent Seven, banyak dilepas, sementara kejutan negatif dari data penjualan ritel memicu kekhawatiran terhadap prospek ekonomi yang lebih luas. Akankah laporan ketenagakerjaan bulan Januari membantu? Pelemahan lebih lanjut di pasar tenaga kerja akan kembali memunculkan pembicaraan mengenai resesi.
Secara teknikal, S&P 500 menguji fair value di 6.980 pada grafik harian. Uji tersebut gagal, dan pelaku pasar bullish mundur. Terobosan yang berhasil di atas level tersebut akan memberikan dasar untuk menambah posisi long.
You have already liked this post today
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.


