empty
 
 
22.05.2026 10:35 AM
GBP/JPY. Analisis Harga. Prakiraan. Pasangan Menantikan Data Ekonomi Hari Jumat dari Negara-negara Ini

This image is no longer relevant

Pada hari Kamis, pound Inggris melemah terhadap yen Jepang saat para trader menilai data awal PMI terbaru dari Inggris dan Jepang. Pada saat penulisan, pasangan GBP/JPY diperdagangkan sekitar 213,50, mendekati titik tertinggi mingguan.

Di Inggris, data PMI awal dari S&P Global menunjukkan penurunan PMI komposit menjadi 48,5 pada Mei, turun dari 52,6 pada April. Ini merupakan angka terendah dalam 13 bulan dan menandakan kontraksi pertama aktivitas sektor swasta sejak April 2025. PMI jasa turun menjadi 47,9 poin (dari 52,7 sebelumnya), mencapai level terburuk dalam 64 bulan terakhir, sementara PMI manufaktur tetap kuat di 53,7, sama dengan angka sebelumnya dan mengungguli ekspektasi pasar sebesar 53,0.

Angka PMI yang bercampur dari kedua ekonomi itu membuat perdagangan GBP/JPY bergerak dalam rentang pada hari Kamis. Para trader juga perlu memperhatikan perkembangan negosiasi antara AS dan Iran. Sebelumnya hari itu, menurut Reuters, Pemimpin Tertinggi Iran memerintahkan agar uranium yang diperkaya mendekati tingkat yang dapat digunakan untuk senjata disimpan di dalam negeri.

Berita tersebut menurunkan harapan akan terobosan cepat dalam negosiasi, karena pembatasan program nuklir Iran tetap menjadi tuntutan utama AS. Di tengah tingginya harga minyak dan tertutupnya jalur pelayaran di Selat Hormuz, ketergantungan Jepang pada impor energi dari kawasan itu terus memberi tekanan pada yen.

Meski demikian, pasangan USD/JPY bergerak menuju level sekitar 160,00. Kekhawatiran akan kemungkinan intervensi oleh otoritas Jepang membuat para trader enggan menjual yen secara agresif.

This image is no longer relevant

Selanjutnya, prospek GBP/JPY tetap relatif optimistis, karena selisih suku bunga yang signifikan antara Bank of England dan Bank of Japan masih mendukung pound. Risiko inflasi yang terkait kenaikan harga minyak dan ketegangan di Timur Tengah berpotensi memperlebar perbedaan kebijakan, sehingga bank sentral menghadapi tekanan untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama.

Para trader kini harus memusatkan perhatian pada data ekonomi kunci yang akan dirilis pada hari Jumat, termasuk Indeks Harga Konsumen (CPI) nasional Jepang dan angka penjualan ritel Inggris.

Tabel di bawah menunjukkan persentase perubahan nilai tukar yen Jepang terhadap mata uang utama di pasar pada hari Kamis. Yen Jepang menunjukkan performa terkuat terhadap dolar Australia.

This image is no longer relevant

Dari sisi teknikal, resistance SMA 20-hari menghalangi pasangan mencapai level bulat 214,00. Pasangan menemukan support pada perpotongan EMA 14-hari dan SMA 50-hari, di bawah level itu harga bisa stabil sekitar 213,00. Indikator oscillator menunjukkan sinyal negatif, mengindikasikan kelemahan di pihak pembeli.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.